Konsol Game Android “OUYA”

Posted on Updated on

Kalian pasti mengenal Konsol Game seperti Playstation, XBOX, Nintendo Wii, tapi siapa sangka sebuah sistem operasi berbasis opensource yaitu Android bisa di jadikan konsol game. Ouya (dibacanya “Ow Yeah”) itulah nama konsol ini yang akan menjadi pesaing baru dari ketiga konsol di atas.

Menariknya adalah Ouya ini ada karena sumbangan dari Masyarakat dan sekarang Ouya telah meraup sumbangan hingga 8,6  juta dollar AS melebihi target awal mereka yaitu  950.000 dollar AS, wow! 

menurut Julie Uhrman, orang di belakang ide besar ini, adalah penggabungan antara tren mobile gaming dengan bermain game di depan TV.

Berdasarkan pemaparannya di halaman Kickstarter, Uhrman mengungkapkan bahwa tren bermain game saat ini kebanyakan dimainkan di gadget yang ada di tangan.

Tren mobile gaming meningkat karena lebih mudah dilakukan ketimbang game untuk konsol yang membutuhkan sumber daya dan pendanaan yang jauh lebih besar.

Namun di sisi lain, Uhrman menginginkan agar pemain mobile game itu tetap bisa merasakan pengalaman yang lebih sewaktu bermain di depan layar televisi di rumah masing-masing.

Dengan demikian, Ouya diharapkan menjadi kanal baru pengembangan game mobile bagi platform Android. Pemain bisa menikmati game unggulan Android di layar TV seperti Canabalt, Shadowgun, atau Dead Trigger.

Untuk menjembatani dua hal tersebut, proyek Ouya pun digagas yakni konsol dengan sistem operasi Android yang bisa memainkan game Android di layar televisi ukuran besar.

Spesifikasi Ouya

Spesifikasi sementara yang dirilis, Ouya bakal memiliki prosesor Tegra3 Quad Core, RAM 1 gigabit, 8 Gb Internal flash storage, koneksi HDMI dengan resolusi 1080p, WiFi 802.11 b/g/n, Bluetooth LE 4.0, satu lubang colokan USB 2.0, kontroler nirkabel, dengan sistem operasi Android 4.0.

Tidak sekadar mencomot game Android untuk dimainkan ke televisi, Ouya nantinya juga membuka peluang bagi modder untuk mengutak-atik konsol mereka.

Seperti halnya sistem operasi di smartphone, Ouya juga terbuka untuk di-root bahkan modifikasi fisik untuk dipasangi alat lain melalui USB atau koneksi Bluetooth.

Beberapa rekomendasi dari pengembang game indie pun tercantum dalam halaman Kickstarter milik Ouya. Sebut saja Adam Saltsman, pembuat game Canabalt, yang mengaku bersemangat dengan ide pembuatan konsol yang terjangkau dan open source.

Begitu pula pengembang game Minecraft, Mojang, yang bakal memantau perkembangan Ouya dan siap bergabung bila melihat peluang yang muncul untuk turut berkecimpung.

Onlive

Selain desain tersebut, Ouya juga membeberkan peluang kerja sama dengan OnLive, platformcloud gaming. OnLive adalah layanan bermain game melalui teknologi cloud, atau bermain tanpa harus menggunakan perangkat konsol yang mahal.

Mereka hanya berlangganan dan memiliki koneksi internet yang kencang untuk bermain di televisi sementara seluruh pemrosesan dilakukan di server.

Saat ini, layanan OnLive bisa dinikmati melalui berbagai kanal seperti PC, Macintosh, Smartphone, tablet Android, hingga TV yang tersambung dengan internet. Dengan layanan ini, pengguna bisa memainkan game PC semacam LA Noire di layar televisi ditambah koneksi internet tanpa harus memiliki konsol.

General Manager OnLive, Bruce Grove, seperti dikutip Ouya dalam halaman Kickstarter mereka, menyatakan bahwa layanan mereka akan tersedia dalam Ouya begitu nanti diluncurkan. Dengan demikian, mereka bisa memperlebar jangkauan kepada konsumen yang lebih luas.

Konsol game ini bisa kalian nikmati tahun depan sekitar Bulan April 2013 itu juga di Amerika Serikat kalo Indonesia gak tw deh kapan, jadi sabar aja ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s